Hukum Ketiga Newton atau hukum aksi-reaksi menjelaskan bagaimana setiap gaya yang diberikan pada suatu objek akan menghasilkan gaya reaksi yang sama besar namun berlawanan arah. Ini berarti bahwa ketika seorang atlet memberikan gaya pada suatu permukaan atau objek, permukaan atau objek tersebut akan memberikan gaya reaksi yang setara dan berlawanan arah terhadap atlet tersebut.
Secara matematis, Hukum Newton 3 dapat ditulis sebagai:
di mana:
- Faksi adalah gaya aksi yang diberikan oleh satu objek,
- Freaksi adalah gaya reaksi yang diberikan oleh objek yang lain dengan besar yang sama namun arah yang berlawanan.
Dalam konteks biomekanika olahraga, prinsip ini penting untuk memahami dan mengoptimalkan interaksi antara tubuh atlet dan permukaan yang berhubungan dengan olahraga yang dilakukan. Sebagai contoh:
- Lari cepat: Saat seorang pelari menekan tanah dengan kakinya (aksi), tanah akan memberikan gaya reaksi yang mendorong pelari ke depan. Semakin besar gaya yang diberikan pelari terhadap tanah, semakin besar pula gaya reaksi yang mempercepatnya ke depan.
- Lompat tinggi dan lompat jauh: Ketika seorang atlet melakukan tolakan pada papan loncat atau tanah, gaya aksi ini akan menghasilkan gaya reaksi yang mendorong tubuhnya ke atas atau ke depan, tergantung pada arah tolakan.
- Angkat beban: Ketika atlet memberikan gaya ke bawah pada lantai melalui kaki saat mengangkat beban, lantai memberikan gaya reaksi ke atas yang membantu menjaga keseimbangan atlet.
Penerapan hukum ini membantu pelatih dan atlet untuk memahami bahwa memaksimalkan gaya aksi (misalnya melalui tolakan atau dorongan) akan meningkatkan gaya reaksi yang mendukung gerakan optimal. Hukum aksi-reaksi ini adalah dasar dalam mengembangkan teknik yang efisien, baik dalam olahraga yang melibatkan lompatan, tolakan, atau gerakan eksplosif lainnya.