Tinjauan literatur (juga dikenal sebagai esai tinjauan kritis) merupakan metode tinjauan pustaka yang merangkum dan mengevaluasi kumpulan tulisan tentang topik tertentu (Knopf, 2006). Tinjauan literatur terstruktur digunakan untuk memetakan dan mengevaluasi
sebuah literatur untuk mengetahui potensi kesenjangan penelitian dan mengetahui batasan pengetahuan, biasanya dilaksanakan melalui siklus berulang untuk menentukan kata pencarian yang sesuai, mencari literatur, kemudian menyelesaikan analisisnya (Fahimnia,
Sarkis, & Davarzani, 2015).
Analisis atau metode bibliometrik (bibliometrics) terkadang disebut juga dengan istilah scientometrics merupakan bagian dari metodologi evaluasi penelitian, dan dari berbagai literatur yang telah banyak dihasilkan, memungkinkan dilaksanakan analisis bibliometrik
dengan menggunakan metode tersendiri (Ellegaard & Wallin, 2015).
Metode bibliometrik merupakan metode pengukuran terhadap literatur dengan menggunakan pendekatan statistika sehingga termasuk penerapan analisis kuantitatif (“Using Bibliometrics: A guide to evaluating research performance with citation data,” 2008).
Dalam kajian sejarah dan pendidikan sejarah, pendekatan metode ini dapat dimanfaatkan dalam melihat peluang tema kajian yang unik dan jarang dilakukan sehingga nilai manfaat kebaharuannya (Novelty). Metode ini juga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen, akademisi, dan peneliti sebagai sistematik literatur review untuk publikasi awal penelitian di jurnal atau prosiding.
Terima Kasih dan semoga bermanfaat